Popular Posts

MAKNA SINGGAH: “Pelatihan Produksi Ecoprint sebagai Produk Kreativitas Desa yang Profitabel menuju Desa Maju dan Sejahtera”

 

Badan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Nawasena Periode 2022/2023 STKIP PGRI Pacitan

Badan Eksekutif Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan mengadakan kegiatan MAKNA SINGGAH (29/07/2023). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Ngromo Kecamatan Nawangan diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Ngromo Kecamatan Nawangan dan Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Nawasena Periode 2022/2023 STKIP PGRI Pacitan. Dengan mengangkat tema kegiatan “Pelatihan Produksi Ecoprint sebagai Produk Kreativitas Desa yang Profitabel menuju Desa Maju dan Sejahtera”.

Kegiatan makna singgah ini di inisiasi langsung oleh Menteri sosial BEM STKIP PGRI Pacitan. “Kegiatan yang pertama kali di laksanakan, Alhamdulillah peserta kegiatan ini sangat antusias, sangat tidak menyangka bahwa kami di sambut dengan begitu baik oleh Desa Ngromo. Semoga ini bukan akhir kegiatan makna singgah, tetapi bisa berlanjut di tahun” Yang akan datang” Ujar Wulan.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB, Khoirul Ilham selaku Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Kabinet Nawasena Periode 2022/2023. menyampaikan bahwa “Pemberdayaan tentang ecoprint memang menjadi trend di dunia masa kini, karena memang segala sesuatunya berlabel eco, ramah lingkungan. Oleh karena itu produk-produk kreatif berbasis bahan-bahan alami akan menjadi kekuatan ekonomi yang semakin penting. Akan tetapi kita tidak boleh berhenti berinovasi dari segala sisinya”

“Acaranya menarik mbak perlu dilanjutkan dan dikembangkan. Dan semoga dari peserta ada keberlanjutan dan dikembangkan untuk memanfaatkan sumber daya lokal yang ada” Ujar Ibu PKK

Umi Lestari sebagai tutor dalam kegiatan ini sebelumnya berpengalaman melakukan keahlian ecoprint ini dari pelatihan privat di Magetan Ecoprint sendiri memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di samping bahannya yg murah dan mudah ditemukan ecoprint juga tidak kalah dengan bahan bahan sintetis yang pada umumnya. Ecoprint biasa digunakan untuk fashion tidak hanya berbentuk berupa baju namun juga tas topi dan produk fashion lainnya. Diharapkan pelatihan ecoprint ini bisa menjadi ciri khas dari Desa Ngromo Kec Nawangan dan sebaiknya kegiatan ini tidak boleh putus dan terus berkesinambungan. Seperti yang kita tahu bahwa Desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Salah satu potensi yang perlu dioptimalkan adalah industri ecoprint, yaitu teknik mencetak menggunakan tumbuhan dan bahan alami lainnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat desa dapat meningkatkan keterampilan mereka, menciptakan produk ecoprint yang bernilai jual tinggi, meningkatkan pendapatan, dan memajukan perekonomian desa secara keseluruhan. Selain itu, penggunaan bahan-bahan alami dalam ecoprint juga akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati, dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.